Jarak hidupku begitu pendek
hanya diantara celah sempit lututku yang berlutut dan lantai yang dingin
dengan tidak membawa apapun
hanya hati hancur yang mau diajar
Jarak antara aku dan Tuanku begitu pendek
hanya diantara celah sempit lututku yang berlutut dan lantai yang dingin
agar aku tidak menjadi congkak atau rendah diri
memandang Tuanku tanpa menengadah ataupun menunduk..kami berpandangan mata
Jarak antara aku dan masalahku begitu pendek
hanya diantara celah sempit lututku yang berlutut dan lantai yang dingin
aku tidak sanggup berdiri melawan musuh-musuhku
hanya menutup mata dan berlutut tanda penyerahan kepada Tuanku Yang Maha Kuasa
Aku seorang yang berlutut
yang tidak bisa hidup kalau berjalan
tapi selalu tercukupi jika aku berlutut
kemanapun Tuan membawaku
aku harus selalu berlutut
tanda aku hamba setia dan penuh hormat
tanda aku percaya kalau hidupku aman bersamaNya
sakit dan iri saat harus melihat banyak orang berlari dengan kakinya
dan aku...harus berlutut menempuh perjalanan hidup
saat ada yang mencibir caraku "berjalan"
aku hanya bisa memandang Tuanku, Sang Pemilik Hidupku
Tuanku tidak mau aku berdiri dan lari dariNya
Dia tetap menginginkan aku berlutut
agar aku tetap bersamaNya
Dia tidak ingin ketika aku berlari, aku akan menjauh dariNya
dan ditengah jalan menjadi lelah, kehausan dan mati
Aku seorang yang berlutut
Wednesday, April 3, 2013
Sunday, March 24, 2013
Jujur atau Aman?
Saya sangat menikmati acara TV
“Hitam Putih”, karena acara ini menghadirkan bintang tamu (biasa nya pekerja
seni atau orang-orang dengan keunikan dan kekhususan tertentu) dimana kita bisa
melihat sisi berbeda dan lebih dalam dari mereka, dan pada akhir acara si
pembawa acara akan mempermanis acaranya dengan quotes yang cukup touching dan menginsipirasi. Dalam acara ini ada
satu sesi yang dinamakan “Questions of
Life”, dan pertanyaan yang paling menarik perhatian saya adalah “Pilih
JUJUR atau AMAN?”...
Menjadi jujur atau aman adalah
dilema yang selalu kita alami setiap harinya, ketika kita jujur ada harga mahal
yang harus kita bayar, mulai dari nama baik yang rusak, dijauhi bahkan dibenci
orang lain. Tapi menjadi jujur pada
akhirnya akan memberikan rasa aman
yang sebenarnya. Sedangkan, ketika kita memilih berdalih atau mencari-cari
alasan untuk kepentingan kita dan sebagai bentuk self defense agar posisi kita aman, saat itu tanpa sadar kita
sedang memperparah suatu keadaan seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Ibaratkan seseorang yang punya luka yang cukup parah, agar luka dapat diobati
dan sembuh total, sang dokter harus membersihkan luka-lukanya dengan benar,
membasuhnya dengan antiseptik, setelah luka dipastikan bersih barulah sang
dokter melumuri luka dengan obat dan menutup dengan perban, semua proses ini
sangat menyakitkan tapi tentunya berpotensi menyembuhkan baik cepat atau lambat.
Demikian juga dalam hidup, masalah ibarat luka yang jika tidak segera
dibersihkan dan diobati akan memperparah keadaannya, dan keterbukaan/ kejujuran
adalah awal dari pemulihan masalah, apapun itu.
Menjadi jujur dapat melatih
karakter kita. Dengan membiasakan hidup jujur, kita akan melatih karakter yang
berani menyatakan benar itu benar dan salah itu salah, hidup kita tidak akan
berada dalam area “abu-abu”. Jujur bukan tentang perkataan saja, jujur adalah
keserasian antara pikiran, perkataan dan perbuatan kita.
Jujur melatih kita untuk rendah
hati dan bertanggung jawab. Menyatakan hal benar atau salah bukanlah hal mudah,
menyatakan hal benar berarti menjadikan diri kita berbeda dengan orang lain,
misalnya saat berkendara, ada beberapa pengendara yang menerobos lampu merah
karena jalanan sepi, dan kita tidak beranjak dari tempat, mungkin kelihatan “bodoh”
tapi tanpa disadari kita sedang menghadiahi
rasa aman yang sebenarnya kepada diri kita sendiri. Demikian juga
menyatakan kesalahan, baik kesalahan kita atau kesalahan orang lain. Mengakui kesalahan
sendiri butuh kerendahan hati dan kesiapan hati untuk menerima segala resiko dan
kemungkinan adanya pihak-pihak yang dirugikan akibat kesalahan kita.
Salah satu wujud KASIH yang
paling sulit dilakukan oleh siapapun juga
adalah ketegasan, karena selama ini kita mengartikan kasih selalu dengan
kelemah lembutan dan ketidak berdayaan. Jujur berarti tegas, saat kita tegas
saat itu kita sedang menyampaikan kejujuran. Dulunya saya selalu tidak suka
dengan orang-orang yang suka menegur atau menyatakan kesalahan saya dengan
keras (marah-marah), saya selalu mempersoalkan “cara” mereka menyampaikannya
karena cara mereka menyakiti hati saya. Tapi hari ini saya mengerti dan
bersyukur ada orang-orang yang jujur dan apa adanya menegur dan menyatakan
kesalahan saya. Kejujuran mereka bagaikan obat yang pahit, caranya mungkin
tidak mengenakkan, saya harus menelan banyak obat pahit bahkan kadang tanpa
bantuan air untuk memudahkan menelannya bahkan saya dicekoki, tapi itu
menyembuhkan saya, menjadikan diri saya lebih anggun dari sebelumnya dan
mendewasakan saya. Dan “cara” bukan lagi masalah buat saya, saya masih muda
harus banyak mendengarkan nasehat dan harus mau dikritisi. Dasar kasih inilah
yang harusnya memotivasi kita untuk menyatakan kesalahan orang lain, bukan
untuk mempermalukannya, tapi wujud kasih kita kepada orang lain. Latihlah diri
untuk menyampaikan kesalahan dengan “cara” yang benar dan tidak mempermalukan orang
lain.
Kenyataannya, kejujuran seringkali
pahit dan menyakitkan untuk dilakukan dan diterima, tapi pada akhirnya
membuahkan rasa aman yang sebenarnya.
Mari bersama-sama belajar hidup
jujur...
Jika YA, hendaklah kamu katakan: YA,
jika TIDAK, hendaklah kamu katakan: TIDAK. Apa yang lebih dari pada itu berasal
dari si jahat.
Matius 5.37
Monday, March 18, 2013
All about LOVE
Bicara tentang Love alias kasih pasti tidak pernah ada
habisnya, karena hakikat manusia diciptakan adalah untuk mengasihi Tuhan dan
sesamanya manusia. Sebelum manusia bisa mengasihi Tuhan dan sesamanya manusia,
manusia harus terlebih dulu merasakan kasih dari Sang Pencipta Kasih itu
sendiri yaitu Tuhan, tidak ada Pengajar Kasih yang lebih hebat dari pada Tuhan,
karena Dia sendiri telah menyatakan kasihNya buat manusia dengan mati diatas
kayu salib.
Camp beberapa hari lalu kembali memotivasi saya untuk menuliskan
beberapa hal yang saya dapat mengenai KASIH atau LOVE. Kekuatan TERBESAR yang ada dibawah kolong langit ini, yang
tidak dapat dihentikan oleh apapun juga, dan saat kita memilikinya tidak ada
lagi jarak, waktu, manusia lain, usia, dan masalah yang dapat menghentikan kita
untuk melakukan yang terbaik untuk setiap pribadi yang kita kasihi, itulah
KASIH.
Kasih AGAPE
Kasih Agape adalah kasih yang
sempurna, yaitu kasih Allah, hanya Allah yang dapat mengasihi manusia tanpa
pamrih, Dia akan tetap mengasihi manusia sekalipun manusia tidak mengasihiNya, dan Kasih inilah yang mendorong Sang Pemilik
Surga yaitu Tuhan Yesus untuk datang kedunia ini dan menebus kita manusia dari
dosa “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3.16).
Tuhan Yesus datang kedunia ini
dengan satu tujuan yaitu untuk membuktikan CINTA-Nya buat manusia. Dia datang
untuk memperbaiki HUBUNGAN antara Allah dan manusia yang telah rusak, dan harga
yang harus dibayarkannya untuk merebut hati kita adalah seharga nyawaNya. Allah
tahu jika seseorang sudah menyadari arti pengorbananNya dan menerima KasihNya yang
mengubahkan maka hubungan manusia dengan Allah dan sesamanya akan dipulihkan.
Sangat sulit untuk manusia mengasihi sesamanya jika ia belum merasakan dan
menerima Kasih sejati yang bersumber dari Tuhan Yesus.
Kasih Storge
Kasih Storge adalah Kasih Antar
Generasi, yaitu kasih antara orang tua dan anak-anak ataupun sebaliknya. Firman
Tuhan dalam Keluaran 20 ayat 12 berkata “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya
lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu”. Firman ini
bicara tentang otoritas generasi diatas kita, firman tidak berkata “Hormatilah
ayahmu dan ibumu jika mereka kaya dan baik hati....”, firman Tuhan tegas
mengatakan untuk tetap menghormati orang tua kita sekalipun mereka salah, bukan
orang tua yang baik, ataupun tidak kaya, apapun keberadaan mereka Tuhan tetap
memerintahkan kita untuk menaruh hormat pada mereka. Lalu bagaimana kalau orang
tua memberikan arahan yang salah atau
tidak memberikan teladan yang baik kepada kita, inilah tugas kita sebagai
anak-anaknya dengan lemah lembut bertukar pikiran dan terlebih dulu memberikan teladan
lewat perbuatan kita, sebagai anak-anak yang mengetahui kebenaran adalah tugas
kita untuk berdoa bagi orang tua kita dan mengingatkan mereka dengan penuh rasa
hormat.
Percayalah, saat kita sudah
menerima kasih Tuhan maka hati kita pun akan dilembutkan untuk menerima
kekurangan dan keterbatasan orang tua kita, darisitu kita akan memiliki
kerinduan untuk mendoakan mereka dan mengasihi mereka. Amsal 21 ayat 1 berkata “Hati
raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini”.
Kalau Tuhan sanggup mengubah hati Raja
sangat mungkin Tuhan mengubahkan hati orang tua kita.
Kasih Storge juga bicara tentang
otoritas para pemimpin kita didunia ini. Sama seperti halnya kepada orang tua.
Kasih storge mengajarkan kita arti otoritas generasi diatas kita, dimana kita
tidak dapat memilih dimana kita dilahirkan atau siapa yang memimpin kita. Contoh
sikap Daud adalah sikap yang sangat menghormati otoritas. Saat itu Saul dalam
perjalanan mencari Daud, ditengah jalan Saul “buang hajat” didalam sebuah gua,
tanpa sepengetahuan Saul, ternyata Daud dan orang-orangnya sudah bersembunyi dibelakang gua
tersebut. Padahal saat itu Daud punya kesempatan besar untuk menghabisi nyawa
orang yang mencarinya dan berusaha membunuhnya, tapi Daud tidak melakukannya
dan malah mengatakan “Dijauhkan TUHANlah
kiranya daripadaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia,
sebab dialah orang yang diurapi Tuhan” (cerita lengkap dapat dibaca pada 1
Samuel 24 :1-8). Suatu pernyataan
luar biasa dimana Daud sangat mengerti arti otoritas pemimpinnya, Daud
menghormati Allah yang mengurapi dan memberikan otoritas kepada Saul untuk
menjadi Raja atas Israel. Suatu sikap yang sangat patut dicontoh, mungkin
pemimpin kita kelihatan bodoh dan tidak mengerti apa-apa, sulit untuk berterima
kasih dan meminta maaf, kerjaannya marah-marah dan bossy. Orang-orang yang punya kebiasaan marah tanpa alasan dan
sulit meminta maaf biasanya adalah pribadi yang punya perasaan insecure yang sangat tinggi, hidupnya
pasti tidak tenang. Tapi mereka tetaplah pemimpin kita, Tuhan memberikan
otoritas bagi mereka untuk menjadi pemimpin bagi kita, tugas kita adalah bekerja
dengan jujur dan setia sambil terus mendoakan mereka dan menjauhkan diri dari
keinginan untuk mencurangi ataupun menjatuhkan mereka. "Berikanlah kepada
Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib
kamu berikan kepada Allah" (Matius 22.21).
Kasih Storge juga bicara tentang
mengasihi generasi dibawah kita. Tidak bisa membayangkan bagaimana setiap
harinya ada banyak anak muda yang jatuh dalam dosa freeseks, narkoba, aborsi, pornografi, morality, pacaran beda iman, bolos
sekolah dan berbagai “kenakalan” lainnya. Saya adalah salah satu dari anak muda
yang pernah jatuh dalam dosa, saya melakukan dosa karena saya punya perasaan
tidak berharga dalam diri saya, saya tahu tentang Tuhan tapi saya tidak
mengenal Pribadi yang penuh Kasih itu, tidak ada yang memperkenalkannya pada
saya, sampai akhirnya ada sahabat-sahabat yang memperkenalkan Tuhan Yesus pada
saya, dan mulai saat itu walaupun saya masih bergumul dalam dosa, Tuhan
menuntun saya untuk bangkit dan berjuang menjadi serupa denganNya. Kasih yang
mengubahkan saya, adalah kasih yang sama dan bisa mengubahkan generasi dibawah
kita. Kasih yang sudah saya dan kita semua terima inilah yang kiranya menyentuh
dan menggerakkan hati kita untuk care
pada generasi dibawah kita, untuk melayani dan memperkenalkan mereka tentang
Tuhan Yesus, agar sedari muda mereka menyadari keberhargaan dirinya dan
menyerahkan hidupnya untuk mengasihi dan memuliakan Tuhan karena masa muda
adalah fase kehidupan manusia untuk memaksimalkan hidupnya. “Seperti anak-anak
panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” (Mazmur 127.4)
Kasih Filia
Kasih persahabatan terlihat jelas
dalam persahabatan antara Daud dan Yonatan. Dalam 1 Samuel 18 ayat 1-4
dikatakan bagaimana Yonatan mengasihi Daud seperti jiwanya sendiri, dia
menanggalkan jubah yang dipakainya dan memberikannya pada Daud, juga baju
perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. Yonatan memberikan
jubahnya yang adalah identitasnya sebagai seorang Putra Mahkota, dia memberikan
identitas baru bagi Daud dan memandang dirinya sama seperti Daud, kemudian dia
memberikan baju perangnya yang adalah pelindung yang dipakainya untuk berperang
ini berarti Yonatan memberikan rasa aman dan perlindungan untuk Daud. Lalu
Yonatan memberikan pedang dan panahnya yang berarti Yonatan memberikan modal/
sarana bagi Daud untuk mempertahankan kehidupannya. Dan yang terakhir Yonatan
memberikan ikat pinggangnya, ikat pinggang disini berfungsi untuk mengikat
semua yang diberikan Yonatan kepada Daud agar tetap pada tempatnya. Inilah teladan
persahabatan yang sesungguhnya, yaitu ketika kita mengasihi sahabat kita
selayaknya diri kita sendiri, memberikannya rasa aman, ikut terbeban dalam
kelangsungan kehidupannya dan tetap bersamanya (konsisten) dalam segala keadaan
yang dihadapinya.
Persahabatan sejati adalah saat
kita tetap bersama dengan sahabat kita dari awal sampai akhir menjalani suka
atau duka yang dialaminya. Persahabatan tidak dibangun karena nongkrong bareng
atau sekedar senang-senang saja, persahabatan dibangun dari sukacita sampai air
mata, dari dukungan sampai kritik pedas, dari kedekatan yang sangat dekat
sampai harus berpisah untuk beberapa waktu, dan nama sahabat yang tidak pernah
absen dari doa-doa kita, darisitulah persahabatan dibangun. Kalau hari-hari ini
ada sahabat yang sepertinya menjauh dari kita, saatnya berdoa dan memperhatikan
mereka, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada kehidupan mereka, kita
sebagai sahabat punya tanggung jawab atas kehidupan mereka “Seorang sahabat menaruh
kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran” (Amsal 17.17).
Kasih Eros
Bicara tentang Kasih Eros
sebagian orang merasa terlalu vulgar, padahal kasih eros adalah kasih yang
sangat spesial, kasih eros tidak seperti kasih Agape yang ketika kita
memilikinya kita punya kewajiban untuk membagikanya kepada semua orang, kasih
eros juga tidak seperti storge dan filia yang bersifat pilihan ( kita
dibebaskan memilih untuk mengaplikasikan storge dan filia). Kasih eros sangat ekslusif
dan suci, karena kasih ini hanya bisa diberikan kepada SATU ORANG yaitu pasangan hidup kita dalam Tuhan, kasih ini tidak
bisa dibagi-bagi, Tuhan mengkhususkannya untuk dinikmati setelah kita diberkati
dalam pernikahan kudus.
Hamba Tuhan yang membawakan sesi
Kasih Eros ini mengatakan “Jenis umpan menentukan Jenis Ikan, jika kita menarik
seorang wanita hanya dengan uang dan kekayaan kita, jangan kaget jika kita
mendapatkan wanita matrealistis, dan jika kita menarik seorang pria hanya
dengan kecantikan dan tubuh kita, jangan kaget jika kita mendapatkan pria
hidung belang, jadilah menarik karena karakter kita yang takut akan Tuhan”. Ya
benar sekali, segala yang kelihatan selalu bersifat tidak kekal, ketampanan dan
kecantikan akan memudar seiring dengan bertambahnya usia, uang dan kekayaan
jika kita tidak memiliki hikmat untuk
menikmati dan mempergunakannya sesuai dengan kehendak Tuhan semua akan bisa
saja habis sekejap mata, dibutuhkan dua pribadi yang punya karakter takut akan
Tuhan dan mau diubahkan secara terus-menerus untuk mempertahankan sebuah
pernikahan.
Jangan berfokus pada wedding party, tapi fokus lah pada your marriage life. Dekorasi gedung
seharga jutaan rupiah akan dirubuhkan sesaat wedding party selesai, berjuta-juta uang dikeluarkan hanya untuk
memberikan kesan “WOW” dan embel-embel “SEKALI SEUMUR HIDUP” untuk wedding party, padahal inti dari
pernikahan adalah kehidupan pernikahan itu sendiri. Kehidupan pernikahan dalam
Tuhan adalah saat suami mengetahui perannya untuk mengasihi (love) istrinya sebagaimana dirinya
sendiri, dan seorang istri yang menaruh hormat (respect) dan tunduk pada suaminya. Ketika kita mulai kesal dengan
pasangan, ingatlah bagaimana dulu kita memperjuangkan hubungan kita dengannya
sampai akhirnya kita berkomitmen dalam pernikahan kudus, jangan sekali-kali
lari jika ada masalah atau mengambil jalan pintas, pilihlah untuk tinggal diam
dan mencari jawaban dalam Tuhan.
Kalau saat ini kita membangun relationship dengan seseorang, jangan
membangun kisah cinta murahan dengannya, tapi bangunlah persahabatan, dengan
saling menghormati dan menjaga satu sama lain karena dia adalah saudara dan
saudari kita dalam Tuhan. Perbanyaklah diskusi dan kegiatan saling mengisi satu
sama lain. Perhatikan caranya bersosialisasi dan memperlakukan orang lain,
jadilah sahabat doa dan teman curhat yang mengasyikkan bagi calon pasangan
hidup kita.
Dan pada akhirnya, ketika
hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, kita juga akan mengalami pemulihan
hubungan baik dengan generasi diatas kita (orang tua dan pemimpin), generasi
dibawah kita, sahabat/ saudara dalam Tuhan dan pasangan hidup kita. Yup, KASIH adalah kekuatan terbesar yang
pernah ada, yang kekuatannya tidak dapat dihentikan apapun dan siapapun
sehingga kekuatannya dapat menggerakkan hati Pemilik Sorga untuk turun dari
tahtaNya untuk disalibkan dan membuktikan kasihNya kepada manusia.
Maukah kita menerima kasihNya dan
mengijinkanNya memulihkan hidup kita? Sekaranglah waktunya...
Tuhan Yesus, hari ini aku membuat satu keputusan penting dalam hidupku,
Satu keputusan yang aku percaya dapat mengubah hidupku untuk
selama-lamanya,
Hari ini aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatku,
Aku menyerahkan otoritas hidupku dalam tanganMu, dan menjadi milikMu
sepenuhnya,
Aku tahu ketika aku menyerahkan hidupku, kehidupanku mungkin tidak
selalu berjalan baik-baik saja,
Untuk itu ajar aku untuk mengandalkanMu dan peka terhadap kehadiranMu
dalam hidupku
Kiranya Roh Kudus tercurah atasku saat ini,
Didalam nama Tuhan Yesus, Amin
Thursday, March 7, 2013
Waktu untuk bersyukur
Saya sedang merasakan kejenuhan
disepanjang minggu ini, entah karena kondisi emosi saya yang kurang stabil
akibat tamu bulanan atau jenuh dengan rutinitas
itu-itu saja. Akhirnya timbul ide-ide untuk berlibur atau melakukan kegiatan
yang memacu adrenalin saya seperti travelling dan naik gunung,
yah....sesuatu yang berbeda...yang membuat saya tertantang, dimana saya tidak
harus tidur dikamar hangat dengan kasur empuk, mandi dikamar mandi, dan memoles
pipi saya dengan blush on sebelum
berangkat kekantor. Saya mau sesuatu yang berbeda, dimana saya menjadi apa
adanya diri saya, nyaman dengan rambut saya yang diikat berantakan dan wajah
tanpa make up, berkeringat dan tidak
takut kulit saya terbakar matahari, dan menikmati tidur beratapkan langit
berbintang bersama mahluk alam lainnya. Saya rindu menjadi diri saya apa
adanya...tanpa make up dan senyum
yang sengaja saya setting setiap hari
untuk memberitahukan sekitar saya kalau saya baik-baik saja...faktanya adakalanya
tidak...
Akhirnya sore ini saya memutuskan
untuk berjalan kaki sesantai mungkin menuju kos-kosan saya, saya menikmati sore
ini dan berusaha ramah dengan asap knalpot kendaraan Jakarta, saya biarkan
rambut saya berantakan diterpa angin yang bercampur polusi ibukota ini. Untuk menambah
kenikmatan berjalan kaki disore ini, saya sumbat telinga saya dengan headset dan menikmati beberapa lagu rohani yang ada di-playlist smartphone saya. Perjalanan sore ini terasa menyenangkan,
dan rasa jenuh pun berganti rasa syukur, betapa bersyukurnya saya ketika
menyadari bahwa sukacita hidup didapat ketika hati kita dilimpahi rasa syukur
kepada Tuhan...dalam keadaan baik-baik saja atau tidak...
Written by_AuRin
“....dan hendaklah hatimu
melimpah dengan syukur”(Kolose2.7c)
Wednesday, March 6, 2013
Just like "Jack Frost, The Guardian"
Hari ini adalah kedua kalinya
saya menonton film animasi berjudul “Jack
Frost, The Rise of Guardians” dan tokoh Jack Frost sangat menginspirasi
bagi saya sampai akhirnya saya memutuskan untuk membagikan apa yang saya dapat
dari film ini.
Jack Frost adalah seorang guardian (pelindung) yang tidak terlalu
terkenal bahkan dia tidak bisa dilihat (invisible)
oleh siapapun. Tugas para guardian
adalah menjadi penjaga bagi anak-anak diseluruh dunia, tugas mereka bukan
menjaga anak-anak secara fisik, tapi menjaga anak-anak agar tetap memiliki
harapan, kasih sayang dan mimpi. Jack Frost adalah guardian baru yang dipilih oleh Man
of The Moon (Pria di Bulan) untuk membantu para guardian lainnya karena Pitch/Boogeyman
yang adalah Peri Mimpi buruk dan Rasa Takut datang untuk menghancurkan harapan
dan mimpi anak-anak didunia. Para guardian
lainnya seperti Santa Clause, Kelinci Paskah (Easter Bunny), Peri Gigi (Tooth
Fairy), dan Peri Mimpi (Sandman)
sangat terkenal dikalangan anak-anak, sedangkan Jack Frost tidak, padahal dia
sangat mencintai anak-anak dan selalu berusaha menyenangkan anak-anak dengan
salju yang dibuatnya..huhu (padahal Jack Frost ganteng booo...hehe).
Ketika Man of The Moon memilih Jack Frost menjadi guardian, para guardian
lainnya berusaha menemukan Jack Frost dan membawanya ke Kutub Utara (North Pole) ketempat Santa Clause
berada, disana Santa Clause menanyakan perihal kekuatan inti dari Jack Frost,
karena menurutnya seorang guardian
dipilih karena mereka memiliki kekuatan inti, tapi Jack Frost kebingungan dan tidak
bisa menjawabnya, akhirnya Santa Clause memberikan sebuah boneka matryoshka
dirinya (boneka khas Rusia yang berlapis-lapis), Santa Clause menunjukkan bahwa
dalam dirinya ada sifat ramah, misterius, pemarah dan pada lapisan terakhir
boneka matryoskha terlihatlah seorang Santa kecil dengan mata bulat
yang besar, ternyata kekuatan inti dari Santa Clause adalah “Mata Besar” nya,
matanya dapat melihat keajaiban, matanya bisa melihat kebaikan yang orang lain
tidak bisa lihat, itulah kekuatan inti dari Santa Clause sebagai seorang guardian, dan saat itu Santa Clause
menantang Jack Frost untuk menemukan kekuatan intinya sebagai seorang guardian.
Istana Peri Gigi (Tooth Palace) diserang oleh Pitch/Boogeyman, dan para peri gigi
dibawa pergi bersama semua gigi anak-anak didunia. Ternyata dalam setiap gigi
yang dicuri oleh Pitch terdapat
kenangan masa kecil setiap anak didunia, termasuk Jack Frost. Jack Frost
benar-benar tidak ingat bagaimana masa kecilnya, dan dia bertekad untuk
menyelamatkan para peri dan mendapatkan semua gigi termasuk giginya, demi
mengetahui bagaimana masa kecilnya dan kenapa dia bisa dipilih menjadi seorang guardian.
Singkat cerita, Jack Frost
mendapatkan giginya dan dengan bantuan peri gigi dia bisa melihat masa
kecilnya. Jack Frost adalah seorang anak laki-laki biasa yang memiliki seorang
adik perempuan yang sangat disayanginya. Disuatu hari yang dingin dan bersalju,
Jack Frost dan adik perempuannya pergi ke danau yang membeku untuk bermain ice skating, tapi ditengah-tengah
kegembiraan mereka bermain, tempat dimana adik perempuannya berdiri mulai
retak, dan adiknya pun ketakutan. Jack Frost dengan sabar tetap menenangkan
adiknya dan membimbingnya untuk pelan-pelan maju ketempat yang lapisan es-nya
masih kuat. Jack Frost mencoba menenangkan dengan mengatakan “Ayo kita
bersenang-senang sedikit, jangan takut...”, akhirnya adiknya mulai bergerak
maju, dan Jack Frost menarik adiknya ketempat yang lebih aman dengan sepotong
kayu, karena kurangnya keseimbangan pada saat menarik adiknya ketempat yang
lebih aman, Jack Frost malah tergelincir ke lapisan es yang retak dan mati tenggelam
kedasar danau yang dingin. Inilah awal Man
of Moon memilih Jack Frost sebagai seorang guardian (pelindung) bagi anak-anak. Dan kenangan masa kecilnya
inilah yang membuat Jack Frost menemukan kekuatan intinya sebagai seorang guardian, kekuatan intinya adalah Jack
Frost dapat membuat segala sesuatu yang menakutkan dan membosankan menjadi
menyenangkan, menjadikan sesuatu yang buruk menjadi indah dan menarik serta menjadikan
sesuatu yang diabaikan menjadi penting.
Jack Frost mungkin hanya tokoh
animasi fiktif yang terlahir dari imajinasi manusia kreatif. Tapi kita bukanlah
tokoh fiktif, kita adalah manusia nyata yang diciptakan Tuhan Yang Maha Segalanya,
dengan kebaikan, kemampuan, bakat, dan talenta yang Tuhan taruhkan pada setiap
kita. Kita terlahir kedunia dengan membawa pesan bagi dunia ini (kekuatan inti).
Tuhan tidak iseng-iseng saat mengijinkan kita terlahir didunia ini, kita semua
dipersiapkan untuk sebuah tujuan yaitu memuliakan namaNya lewat hidup kita. Kalau
Tuhan memberikan suara yang indah pada kita, bernyanyilah dan sentuhlah hati
orang lain dengan suara kita. Kalau Tuhan memberikan kemurahan hati pada kita,
berbagilah dengan mereka yang kekurangan. Kalau Tuhan menciptakan kita dengan
hati yang selalu sukacita, tularkanlah sukacita itu pada mereka yang
hari-harinya seringkali dipenuhi air mata. Jadilah para guardian (pelindung) bagi orang-orang disekitar kita, jangan sampai
keberadaan kita menimbulkan ketakutan bahkan mimpi buruk bagi mereka. Harapan
dan kasih sayang akan tetap ada jika kita bersedia berbagi dan peduli dengan
mereka yang sudah mulai hilang harapan dan mulai tidak percaya kalau kasih sayang
itu masih ada didunia ini...siapa tau orang yang hidup dalam ketakutan dan
hampir hilang harapan itu ada didekat kita...jadilah guardian untuknya...
“Ayo kita bersenang-senang
sedikit, jangan takut...” (Jack Frost)
Written by_AuRin
“Demikianlah hendaknya terangmu
bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan
memuliakan Bapamu yang di sorga."
Matius 5.16
Subscribe to:
Posts (Atom)




